Thursday, September 29, 2016

Bahasa Gaul/ Slank Instagram



Para pengguna instagram atau yang biasanya kita sebut juga dengan igers ini punya bahasa khusus/ istilah sendiri lho. Tujuannya selain untuk mempermudah komunikasi juga untuk mempersingkat waktu yang dieprlukan untuk ngetik. Jaman sekarang lebih banyak cara cepat kan. Yuk disimak apa aja bahasa gaul ala igers


1.     tbh, to be honest; ini dipakai kalau kita mau mengungkapkan sesuatu
2.     fb, followback; minta difollow balik
3.     f4f; follow for follow; sama juga minta difollow balik
4.     lb, ngelike foto orang lain dan minta dilike balik
5.     L4L, like for like, minta dilike juga atau bisa juga minta shoutout untuk spam like
6.     af, as fuck; menggambarkan sesuatu yang sangat amazing
7.     lol, laugh out laud; ketawa yang heboh banget
8.     ootd, outfit of the day; foto yang nunjukin pake baju dan aksesoris apa hari itu
9.     motd, makeup of the day; pake makeup apa hari itu
10. qotd, question of the day; biasanya ngasih pertanyaan ke follower. Atau bisa juga quote of the day, jadi qotd punya dua makna berbeda tergantung kalimat yang mengikutinya.
11. aotd, answer of the day; buat ngejawab poin nomer 8
12. sfs, shoutout for shoutout; ini biasanya untuk promote orang lain dan sebagai balasannya kita akan dipromote balik
13. tnf, tap and follow, tap maksudnya adalah tap foto untuk melihat akun ig yang ditag di foto tersebut dan kita follow akun yang ditag itu
14. cwd, comment when done; biasanya untuk poin-poin sfs atau l4l atau bisa juga giveaway yang ada persyaratannya ketika sudah selesai mengerjakan maka comment di foto tersebut supaya pemilik akun bisa lihat.
15. K/D, keep or delete; pemilik akun mencantumkan ini di caption fotonya ketika minta pendapat ke follower apakah foto ini harus dikeep (dibiarkan) atau didelete (dihapus). Maka followernya tinggal nulis K/ D di kolom komentar
16. Perf, Kewl; ini adalah sebuah bentuk pujian untuk foto. Perf untuk perfect, sedangkan Kewl untuk 'cool'
17. Dmf, do mine first; permintaan untuk mengerjakan persyaratan atau like atau follow akun yang mengadakan sfs atau giveaway. Baru kemudian dia akan melakukan timbal baliknya.
18. tbt, throwback thursday; pemilik akun memposting foto yang sudah lama dengan tujuan untuk nostalgia.
19. kuy, dibalik jadi "yuk" sebuah ajakan
20. dm/pm, direct message/ private message

bonus 

banyak yang belum mengetahui perbedaan dari hashtag #latepost dan #latergram. #latepost adalah hashtag yang digunakan untuk foto yang tidak diupload secara realtime atau saat itu juga karena sebenarnya konsep awal insta-gram adalah mengupload foto secara langsung dari ponsel. Nah karena udah ada pergeseran budaya (cieh) dan igers cenderung menginginkan kualitas foto yang lebih baik maka kebanyakan mengambil foto menggunakan kamera sungguhan apalah itu jenisnya mirrorless atau DSLR lalu diedit baru diupload, untuk ini digunakan hashtag #latergram.

Tuesday, September 20, 2016

Memilih Produk Kosmetika Aman

Produk X bisa bikin putih kayak putri salju lho
Produk Y bisa ngilangin jerawat dan bekasnya dalam 3 hari
Produk Z bahannya herbal, bisa dipakai ibu hamil 
Apa kalian langsung percaya kalau ada yang ngomong kayak gitu? Saya menulis artikel ini karena kekhawatiran saat tren kecantikan tengah berkembang pesat, demikian pula produk kecantikan yang beredar di pasaran makin "aneh-aneh" kalau tidak bisa dibilang beragam. Media sosial menurut saya memberikan pengaruh yang sangat besar pada tren ini. Sekarang banyak orang-orang pria-wanita, tua-muda, addicted pada selfie (tentu saja ingin terlihat mempesona dalam selfie) mengakibatkan orang-orang semakin sadar akan memperhatikan penampilan. Salah satu caranya lewat penggunaan produk kosmetika (skincare dan make up). Kosmetika yang saya maksud bukan cuma buat ciwi-ciwi aja lho tapi bisa juga diaplikasikan untuk produk perawatan badan seperti lotion, deodoran, atau perawatan rambut.
the power of makeup

Akan tetapi kesadaran akan penampilan ini kurang diimbangi dengan kesadaran/ pengetahuan tentang produk kosmetika yang digunakan. Sampai saat ini masih gampang ditemui produk-produk tanpa ijin edar di pasaran. Produk-produk tersebut ada yang diproduksi dalam negeri ataupun luar negeri. Ada yang produksinya masih setaraf rumahan ataupun pabrikan. Kenapa produk tanpa ijin edar berbahaya? Terlepas dari benar bahaya atau tidaknya produk tersebut, dengan tidak adanya ijin edar berarti tidak ada yang menjamin/ bertanggung jawab akan kandungan produk tersebut. Produk tanpa ijin edar tidak melewati sebuah proses yang dinamakan pengecekan kandungan berbahaya/ tidaknya. Untuk saat ini produk tersebut lazim disebut "produk abal-abal". Dalam tulisan ini produk abal-abal saya kategorikan menjadi dua, yakni produk yang tidak jelas brandnya dan produk yang jelas dan populer brandnya akan tetapi produknya dipalsukan. Memang apa saja sih bahaya produk itu? Seperti yang dimuat di sini. Ringkasannya sebagai berikut:

1. Merkuri
Banyak digunakan dalam krim pemutih kulit. Logam berat meskipun dalam konsentrasi kecil tetap berifat racun dan karsinogenik (menyebabkan kanker). Paparan jangka pendek pusing, mual, diare, kerusakan ginjal. Paparan jangka panjang alergi, iritasi, kerusakan sistem syaraf, gangguan janin.

2. Hidrokuinon
Sama seperti merkuri juga sering disalahgunakan dalam krim pemutih. Penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi dapat mengakibatkan hiperpigmentasi saat terkena matahari. Potensi karsinogenik.

3. Asam Retinoat/ Tretinoin
Digunakan untuk pengelupasan kulit. Penggunaan dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kulit terbakar.

4. Resorsinol
menyebabkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun, peningkatan detak jantung, dispepsia, hipotermia, hematuria.

5. Bahan Pewarna
Bahan Pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) yang sering digunakan pada produk dekoratif (pewarna bibir, perona pipi, serta eyeshadow) ini sesungguhnya merupakan pewarna tekstil, kertas, dan tinta. Bersifat karsinogenik serta menimbulkan kerusakan hati.

6. Diethylene Glycol (DEG)
Sering digunakan pada produk pasta gigi dan apabila kadar di atas batas bisa menyebabkan depresi sistem saraf pusat, keracunan pada hati dan gagal ginjal.

7. Timbal (Pb)
Pada anak-anak menimbulkan kerusakan otak dan sistem syaraf. Sementara pada orang dewasa menyebabkan gangguan sistem syaraf, kardiovaskuler, serta menurunkan fungsi ginjal.

Hasil gambar untuk cosmetic ingredients

Bila bahan di atas adalah yang sudah jelas berbahaya, ada lagi beberapa bahan yang masih pro dan kontra bahayanya dalam bidang kesehatan. Beberapa bahan ini sudah dilarang digunakan di beberapa negara Uni Eropa dan Jepang. Seperti Aluminum Zirconium serta komponen aluminum lainnya, Benzyl Acetate, Benzalkonium Chloride dan Benzethonium Chloride, Bronopol, Butylated Hydroxytoluene (BHT) dan Butylated Hydroxyanisole (BHA), serta beberapa jenis Paraben.

 Lantas bagaimana cara tepat dalam memilih produk kosmetika aman untuk digunakan sehari-hari?

1. Cek no BPOM

Untuk membuat sebuah produk kosmetik maka produk tersebut harus di daftarkan ke Badan POM. Ada serangkaian proses panjang yang biasanya disebut proses registrasi produk. Umumnya bisa berlangsung 1-3 tahun tergantung produknya. Kok lama sekali? tentu karena untuk keluar nomor registrasinya perlu banyak dokumen, validasi, formula, stabilitas produk, dan kandungan bahan tersebut aman atau tidak, lolos uji dan sebagainya. Kalo sudah keluar nomor registrasinya akan diberi barcode. Inget huruf depannya saja. Kalo CD artinya Cosmetic Dalam Negeri. CL artinya Cosmetic dari Luar negeri.
Sejak adanya Harmonisasi ASEAN 2010 dimana barang impor dapat masuk lebih leluasa ke negara-negara ASEAN maka untuk memudahkan masuk dan meregistrasi maka dibentuk suatu sistem dari pemerintah dimana produk impor yang masuk tidak membutuhkan waktu yang panjang dan berliku. Cukup hanya didaftarkan saja dan tidak dilakukan pengetesan bahan tersebut (hanya kelengkapan dokumentasi dan data pendukung). Keamanan produk tersebut dijamin oleh negara pembuat bukan negara yang dituju.
Misalnya Produk A dibuat oleh negara Filipina dan sekarang produk A masuk ke Indonesia maka produk A cukup didaftarkan saja ke Badan POM dan mendapat nomor notifikasi (disingkat NA). Jika sudah mendapat nomor maka bisa dijual di Indonesia, soal keamanannya diserahkan pada produsen pembuat dinegara Filipina dan bukan dari BPOM.
Jika beredar sudah dipasaran BPOM kita akan mengambil sample di pasaran produk A (disebut post market surveillance) dan dicek apakah ada kandungan bahan berbahaya atau tidak. Jika ada, maka produk tersebut dapat ditarik kembali dari pasaran. Itulah cara kerja registrasi dengan sistem NA (Notifikasi).
Nomor registrasi dengan sistem NA baru berjalan 2 tahun (sejak 2010), tentu saja bisa terjadi 2 nomor registrasi tetapi itu satu produk yang sama. CL= Cosmetik Luar negeri tentu saja produk tersebut dapat menggunakan nomor registrasi NA. sumber di sini 
Intinya kalau dulu produk diuji dulu, baru diberikan nomer registrasi. Sekarang produk diberikan nomer notifikasi dulu, baru kemudian diuji (khususnya kalau ada pengaduan dari masyarakat).
Menurut saya meskipun menguntungkan dalam hal perdagangan dan ekonomi sistem notifikasi ini memiliki celah bagi konsumen di mana produk tersebut tidak lagi diharuskan melalui pengujian keamanan bahan dll. Hal ini ditandai dengan banyaknya produk yang dicurigai merupakan produk abal-abal sekarang bisa 
mendapatkan no BPOM hiks. Oleh karena itu sebagai konsumen jika mendapati sebuah produk memiliki kejanggalan/ ciri-ciri yang dimiliki produk abal baiknya melaporkan kepada BPOM agar diperiksa lebih lanjut.


krim abal

2. FDA Approved
Food and Drug Administration (FDA) ini Badan Pengawas Makanan dan Obat di Amerika Serikat. Jadi ya seperti BPOM, hanya untuk produk-produk di US. Intinya harus cek apakah negara asal kosmetika ini berasal sudah memberikan ijin edar untuk produk ini. Jangan hanya mau diiming-imingi dengan produk asal Thailand ini bagus lho, produk asal Eropa ini ampuh lho. Karena beberapa saat ke belakang banyak beredar produk asal Thailand yang booming di Indonesia, banyak direview blogger-blogger Indonesia. Tapi kok hanya rame di Indonesia aja, sementara di negara asalnya sepi nih produk ga ada blogger Thailand yang review. Ternyata pas dicek langsung ke Thailand produk-produk itu dijualnya di pinggir jalan gitu, bukan di konter-konter atau supermarket di sana. Ditanyain ke orang Thailand pun pada ga ngerti ada produk itu. Nah tuh kan..

3. Jelas produknya
Yang saya maksud jelas adalah jelas perusahaannya, jelas ingredientsnya, jelas jualannya.
Jelas perusahaannya bisa dilihat dari adanya keterangan jelas produk itu berasal dari mana, dari perusahaan apa, atau ada websitenya. Apalagi dengan semakin berkembangnya online market kita harus lebih teliti dalam membeli barang. Terutama terkait maraknya endorsement, jangan langsung percaya dengan postingan selebgram. Dia bilang produk A bagus padahal belum tentu dia pake beneran itu produknya. Harus lebih skeptis lah contohnya ada barang kok harga jualnya jauuuh lebih murah dari harga pasaran, kita harus keasliannya. Tapi kadang ada juga penjual nakal yang jual produk palsu tapi dijual dengan harga sama seperti aslinya. Contoh: Shiseido black mask, silakan cek di web mereka ga keluarkan produk itu. Lipstick-lipstick yang merknya belum pernah kamu dengar, tidak ada ijin edarnya, dari luar negeri, harganya murah, tidak jelas asal produksinya, seperti lipstick Ijo katanya dari Arab padahal diproduksi di China.
Jelas ingredientnya, ini yang penting nih gimana mau tahu itu produk aman atau ngga kalau bahan-bahan yang terkandung di dalamnya aja ga jelas. Racikan dokter juga harus dicek lagi dokter siapa, udah punya ijin praktek apa belum, dokter SpKK apa bukan. Jangan tergiur "krim ini bisa bikin putih dalam seminggu". Justru itu yang ngeri krim bahannya apa kok bisa instan hasilnya, terus putihnya itu bukan putih cerah sesuai dengan warna kulit asli tapi kok mukanya jadi kayak pakai topeng gitu karena beda dari leher atau tangan. Masih mau putih yang kayak gitu pakai produk ga jelas? Karena kalau putih yang wajar itu ngga akan beda jauh dari bagian terputih dari badan kita, yaitu kulit lengan bagian dalam. Terus tambahan untuk yang muslim juga harus cek kosmetik ini halal dipakai apa ngga. Kalau produk lokal Indonesia yang sudah punya brand jelas, sejauh ini mereka pakai bahan yang halal. Kalau mau lebih yakin lagi sudah ada beberapa brand yang mengantongi sertifikasi halal.
Nah yang terakhir jelas jualannya, kalau kalian malas atau merasa ribet banget harus cek-cek poin-poin di atas yang paling gampang adalah beli aja produk-produk lokal yang dijual di konter resmi di supermarket/ di mall karena insha Allah aman kalo produk lokal yang dijual di supermarket, tapi konter resmi ya. Contoh: Wardah, Inez, LT Pro, Make Over, dan masih banyak produk lokal aman lainnya. Selain mudah didapat juga jelas produknya.

4. Pilih produk sesuai kondisi kulit kita
Terutama untuk yang kulitnya sensitif ya pakai produk yang ditujukan untuk kulit sensitif juga atau kadarnya ringan. Atau kalau ada yang alergi sama sesuatu, juga hindari bahan itu di dalam produk kosmetika kalian. Buat yang kulitnya berminyak ya cari produk yang bisa kontrol produksi minyak di kulit (kecuali emang suka sama tipe tampilan glossy berminyak). Untuk kulit kering pilih produk yang melembabkan kulit. Buat yang kulitnya rentan jerawatan pilih produk yang noncomedogenic/ tidak menyumbat pori-pori sehingga berpotensi menjadi bakal jerawat. Oya ini buat ibu hamil juga sebisa mungkin hindari bahan-bahan kimia dalam kosmetika. Jangan coba-coba pake produk krim racikan ga jelas, karena ada kasus kelainan janin karena si ibu ga mau stop pake krim pemutih pas lagi hamil. Masa mau ngorbanin anak gara-gara pengen putih? Mendingan sementara pakai yang alami dan natural dulu. Tentang alternatif produk perawatan natural mungkin akan saya bahas di lain postingan. 

5. Terakhir, Googling dulu
Please do some research sebelum beli suatu produk kosmetika. Karena biasanya kalau produk itu kenapa-kenapa atau ada kontroversi akan ada yang posting di blog/artikel. Meskipun produk itu udah terkenal dan punya brand yang kuat tapi kadang-kadang ada yang kecolongan juga.
Kayak liquid Lime Crime yang hits banget itu, Velvetines. Beberapa tahun lalu produk itu sempat dicekal oleh FDA USA karena disinyalir ada bahan yang tidak memenuhi aturan. Tapi sayangnya produk itu masih tetap dijual bebas oleh Lime Crime. Terus yang baru-baru ini eyeshadow superfoils, masih dari perusahaan yang sama, wadahnya disinyalir karatan gitu. Hii gimana ga serem itu soalnya brand besar lho tapi masih kecolongan.

Jujur aja saya juga pernah tuh beli produk abal-abal pas SMP lagi usia mulai centil. Saya beli lipgloss Pond's warna pink di toko aksesoris dekat sekolah, harganya dibawah 10ribu kalau ga salah. Tapi beberapa tahun kemudian saya baru tahu kalau Ponds itu sampai saat tulisan ini ditulis belum ada ngeluarin produk kosmetik kayak bedak, lipstik, apalagi lipgloss (iya saya pernah liat ada bedak merknya Ponds). 
 Intinya sebagai konsumen yang ingin tampil cantik kita harus kritis dan teliti dalam memilih produk yang digunakan. Jangan hanya mengorbankan keamanan demi pengen tampil paripurna.
Kalau masih penasaran produk apa saja yang berbahaya, gajebo, abal, atau palsu bisa mampir ke forum femaledaily yang isinya bahasan tentang cewek, hence the name. Di sana bisa dapat banyak informasi tentang produk-produk ini terutama di thread judulnya "unbranded and unlicenced product".

Thursday, April 7, 2016

SAMYANG RAMEN HALAL??? BACA INI DULU



Seperti yang kita ketahui, sejak beberapa tahun ke belakang bisa dibilang merupakan masa kejayaan Korea Selatan dalam hal invasinya ke negara-negara lain di berbagai belahan dunia. Hal ini sering disebut sebagai Korean Wave atau demam Korea. Korean Wave ini muncul dlm berbagai bidang, mulai dari musik, drama dan film, reality show, produk kosmetik, dan tentu saja makanan.

Sesungguhnya menurut saya Korsel adalah negara yang pandai sekali dalam mempromosikan negaranya. Berhubung postingan ini bahas makanan, contoh dari kepandaian tersebut adalah dengan banyak menampilkan adegan memakan makanan Korea mulai dari jajangmyun, topokki, bibimbap, kimbap, daaaan banyak lagi. Sebagai penonton setia reality show dan kadang nonton drama yang berasal dari negeri ginseng, saya pun sedikit banyak tersedot dalam pusaran gelombang ini hahaha. Siapa sih orang doyan makan yang ga ngiler liat Lee Min Ho makan ramyun dengan nikmatnya. Oke tetep fokus di makanan...........

Terus belum lama ini jagat internet di Indonesia jadi heboh dengan "Samyang Challenge" atau buldak bokkeum myun yang digadang-gadang menjadi mie instan dengan rasa pedas yang menggetarkan lidah. Walaupun masih ada sih mie instan yang lebih pedas dari Samyang. Tapi ya itu tadi efek Korean Wave. Kerennya, dari yang tadinya susaaaaaaah sekali nyari yang jual ramen ini sampe sekarang itu bejibun di mana-mana. Bahkan di minimarket daerah tertentu pun udah ada.

Nah dari banyak liat video-video challenge bertebaran di youtube serta temen yang ngebet banget pengen makan Samyang, saya pun iseng cari tahu sebenernya ramen ini boleh ga sih dimakan oleh muslim soalnya dari awal tahu samyang ini sejujurnya pengen sih nyobain ramen yang sampe bikin orang megap-megap kepedesan kayak ikan koi tapi kan saya ga bisa baca ingredient apa aja yang ada di dalamnya. Sepengetahuan saya sangat lumrah ada kandungan haram seperti babi atau alkohol di dalam makanan asal produksi negara yang bukan dominan muslim. Jangan salah lho, keripik kentang, es krim itu bisa jadi ada kandungan haram, bahkan di Jepang aja yang jelas-jelas tulisannya vegetable soup emang sih isinya dominan sayuran tapi kok ada daging ayamnya. Kenapa pula malah bahas negara tetangga Korea.  Intinya sebagai muslim kita harus selektif dan kritis mengenai apa saja yang masuk ke tubuh kita, apalagi kalau makanan itu berasal dari negara yang masih rendah pemahaman terhadap produk halal.

Kalau kalian sempet baca2 https://www.facebook.com/halal.co.kr/ ini facebook isinya tentang produk-produk asal Korea. Dari sekian banyak yang dipaparkan tentu saja si Samyang ini tidak ketinggalan. Halal Korea ini bahkan punya data berupa google drive yang isinya merangkum produk-produk yang ada di facebook mereka ini. Terkait samyang mereka mencantumkan seperti berikut





jangan tanya saya itu tadi hangeul bacaannya apa, tapi kesimpulannya adalah

"They've got halal certification. But, not for in Korea.
If there's a logo of halal, it is halal.
If not, it is not halal"

artinya:
Samyang udh ada sertifikat halal, tapi bukan utk produk yg beredar di Korea.
Kalau di kemasan ada logo halalnya berarti halal.
Kalau ga ada, berarti belum/tidak halal


Senada dengan Halal Korea ada juga artikel yang bilang kalau sejak November 2015 lalu Samyang udah dapet sertifikat halal untuk pasar luar.


Jadi kesimpulannya ada Samyang yang halal ada juga yang ga halal (menurut pihak perusahaan pabriknya dibedakan)
Kayak gimana sih cara ngebedainnya? Cara simplenya seperti yang ditulis oleh Halal Korea adalah liat dari kemasannya ada logo halal atau tidak



kemasan isi 5




ini yang satuan





kemasan cup (sumber)



Lalu sepengamatan saya Samyang yang ada logo halalnya ini bisa ditemukan di Malaysia (AEON, Jusco, Giant) dan Singapura [update1: kemasan logo halal KMF tidak hanya tersedia di negeri jiran melainkan memang untuk diekspor/dipasarkan di luar Korsel, selain Indonesia]. [update2: Supermarket Papaya Surabaya menjual kemasan cup berlogo halal]. Malaysia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim cukup ketat regulasinya terhadap makanan yang beredar di sana. Yah semoga kita bisa belajar kayak gitu. Oya tapi label halal di kemasan Samyang bukan dari lembaga halal (kalo di Indonesia MUI) masing-masing negara, melainkan dari Korea Muslim Federation Halal Commitee (KMFHC). [update3: kevalidan sertifikasi halal dari KMF masih meragukan karena Halal dari KMF tidak termasuk yang diakui oleh MUI , sumber di sini. Kemungkinan itulah alasan mengapa kemasan Samyang Indonesia dan negara lain dibedakan]
Sementara kalau di Indonesia pas saya liat di Lottemart Bandung kemasannya tuh yang kayak gini



ada nomer BPOM nya tapi belum ada logo halal seperti yg di atas (sumber)



Nah kalau yang beredar di online shop ituh berhubung ada banyak sekali saya gatau apakah Samyang itu import langsung dari Korea oleh sellernya atau Samyangnya yang udah ada nomer BPOM.
Yang patut diperhatikan adalah adanya nomer Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu bukan berarti itu makanan halal, melainkan makanan itu aman utk dikonsumsi (tdk ada zat berbahaya dan sebagainya). Ya meskipun sekarang sistem BPOM terbaru itu berubah sih, yakni produk diberi nomer BPOM kemudian dilepas ke pasaran dan akan ditarik kembali apabila ada komplain dari masyarakat. Beda kalau dulu kan dites dulu baru dikasih nomer. Terkait BPOM ini nanti kapan-kapan saya buat postingannya. [saya udah nulis di sini]

Balik lagi ke halal. Penanda halal atau tidaknya suatu produk yang beredar di Indonesia adalah logo halal MUI bukan nomer BPOM. [update4: mengurus sertifikasi halal MUI memang panjang dan membutuhkan biaya besar, perkiraan saya hal tersebut yang mendasari belum didaftarkannya Samyang ke MUI. Semoga segera!]

Masalahnya banyak orang yang masih rancu akan dua hal tsb. Saya bahkan nemu ada seller Samyang yang ditanya calon pembeli apakah Samyang halal atau tidak, dijawabnya "halal kok soalnya udah ada no BPOM *insert emot senyum*" haduuuuh tepok jidat. Maaf ya cuma bermaksud untuk meluruskan.

etapi saya gatau apakah kemasan Samyang yang ada logo halalnya masuk juga di Indonesia. Tolong dikoreksi ya kalau salah. Btw kalau ada yang mau ke Singapura/ Malaysia boleh dong daku titip Samyang *kedip-kedip manja*
















(maap tulisannya berantakan maklum bikinnya buru2, ntar kalo sempet dirapihin lagi hehe)